Manusia menganiaya hewan yang disimpan di kebun binatang, akuarium, dan sirkus. Mereka akan bertindak tanpa cela di hadapan masyarakat saat menderita penyakit, penderitaan, kekurangan gizi, dan ketakutan. Makhluk agung dipaksa untuk melakukan trik konyol yang jauh dari perilaku alami mereka. Jeritan binatang yang menghantui dapat terdengar di seluruh arena. Setiap kali mereka melakukan lemparan, mereka berdoa agar pelatih mereka mendapat pesan bahwa mereka kesakitan dan menghentikannya. Hewan-hewan tersebut dikurung di kandang yang kecil dan kotor, dan tidak diberikan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Ada banyak cara manusia menganiaya hewan di kebun binatang, akuarium, dan sirkus. Bentuk pelecehan yang paling umum adalah melalui pengabaian. Hewan-hewan tersebut tidak diberi makanan, air, atau tempat berlindung yang layak yang mereka perlukan untuk bertahan hidup. Mereka juga tidak diberi kesempatan untuk berolahraga atau bersosialisasi dengan hewan lain. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan mental dan fisik bagi hewan. Cara lain manusia menganiaya hewan di kebun binatang, akuarium, dan sirkus adalah melalui kekerasan fisik. Hewan-hewan tersebut sering dipukuli untuk membuat mereka melakukan trik. Mereka juga sering kali dipaksa melakukan hal-hal yang tidak nyaman atau berbahaya. Hal ini dapat menyebabkan cedera atau bahkan kematian pada hewan. Terakhir, manusia juga menganiaya hewan di kebun binatang, akuarium, dan sirkus melalui pelecehan seksual. Hewan-hewan tersebut seringkali dipaksa untuk kawin dengan hewan lain atau dengan manusia.

Hewan peliharaan biasanya selalu kehilangan perilaku alaminya dan dipaksa oleh pemiliknya untuk melakukan aksi dan pertunjukan yang tidak berarti. Penjaga kebun binatang, penjaga akuarium, dan pemain sirkus mengambil hewan dari rumahnya dan keluar dari lingkungan alaminya. Akibat kekerasan emosional dan fisik yang mereka alami di penangkaran, hewan-hewan ini sering kali tidak dapat hidup secara maksimal. Mereka terkurung di area kecil dan tidak memiliki ruang untuk berkeliaran atau berolahraga. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang parah, dan hewan seringkali tidak mendapatkan perawatan medis yang tepat. Mereka juga tidak diberi makanan alami dan malah diberi makanan yang tidak sehat dan terkadang beracun. Makanan yang mereka makan seringkali tidak bergizi dan terkadang dicampur dengan obat-obatan agar mereka tetap patuh. Hewan peliharaan juga terkadang diberikan suntikan hormonal untuk mempercepat pertumbuhannya atau mencegah kehamilan. Hewan peliharaan juga seringkali terpaksa hidup dalam kondisi yang tidak sehat. Mereka dikurung di kandang yang terlalu kecil dan tidak diberi cukup ruang untuk bergerak. Hal ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Karena sifat alami mereka mengganggu hiburan yang seharusnya mereka sajikan, hewan pertunjukan sering kali diberi obat berbeda melalui suntikan. Hewan tidak boleh diperlakukan dengan buruk dan diabaikan serta tidak boleh disimpan di dalam akuarium, kandang, atau pertunjukan. Kebun binatang, akuarium, dan sirkus tidak sesuai untuk penggunaan umum. Hewan harus dibiarkan berkeliaran dengan bebas, tidak dikurung di dalam kandang atau tangki. Sebagian besar hewan ini didatangkan dari alam liar dan terpaksa hidup dalam kondisi yang memprihatinkan. Misalnya, gajah di sirkus dirantai hampir sepanjang hidupnya dan hanya dibiarkan keluar untuk melakukan trik yang sering kali menyakitkan.

id_IDID

Pin It on Pinterest

What Our Clients Say
83 reviews